LAPORAN
HASIL PENGAMATAN
EUPHORBIA
(Dibuat
untuk memenuhi tugas mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan)
Disusun
Oleh :
Nama
: Icha Septia R. P.
Kelas
: X MIA 4
No
: 21
SMA
Negeri 1 Rembang
Tahun
Pelajaran 2014/2015
BAB
I
Pendahuluan
- Tujuan
Penulisan
laporan ini bertujuan untuk :
- Meningkatkan rasa kewirausausahaan
- Mengetahui karakteristik dari tumbuhan Euphorbia
- Mengetahui berbagai manfaat dari tumbuhan Euphorbia
- Meningkatkan budidaya tanaman Euphorbia
- Dasar Teori
- Pengertian Tumbuhan Euphorbia
Euphorbia
adalah merupakan salah satu famili Euphorbiaceae yang mempunyai lebih
dari 2000 spesies. Famili ini tumbuh tersebar di daerah tropis, mulai
dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman yang tergolong sukulen
dan menyerupai kaktus ini sangat menyukai sinar matahari, sehingga
akan menampilkan bunga yang semarak apabila diletakkan di tempat yang
terbuka dengan penyinaran matahari penuh.
- Klasifikasi Tumbuhan Euphorbia
Klasifikasi Euphorbia
sebagai berikut :
- Kingdom : Plantae
- Divisi : Magnoliophyta
- Kelas : Magnoliopsida
- Bangsa : Euphorbiales
- Suku : Euphorbiaceae
- Marga : Euphorbia
- Jenis : Euphorbia hirta L.
- Sinonim :Euphorbia pilulifera L.
- Chamaesyce pilulifera (L.) Small
- Chamaesyce hirta (L.) Millsp.
- Nama Umum : Daun biji kacang
- Nama Daerah : Nanangkaan (Sunda), patikan kebo (Jawa),
Nama Asing : Asthma herb,
hairy spurge,pill-bearing spurge (Inggris)
- Morfologi Tumbuhan Euphorbia
Euphorbia adalah tanaman
dengan batang berduri dan bergetah, dengan bunga yang menyembul dari
ketiak daun berupa gerombol bunga. Sebagian dari jenis euphorbia
tumbuh menyemak, tetapi ada juga jenis-jenis yang tumbuh tinggi dan
besar. Bunga euphorbia yang sempurna selalu berkelipatan 8. Euphorbia
dikenal juga sebagai bunga delapan dewa.
Morfologi dari bagian-bagian
tumbuhan :
- Akar
Akar
euphorbia, sebagaimana semua tanaman dikotil, adalah akar tunggang.
Akan tetapi, tanaman yang diperbanyak dengan setek memiliki perakaran
serabut. Akar tersebut tumbuh langsung dari pangkal batang. Akar yang
sehat berwarna putih kecoklat-coklatan, sedangkan akar yang sudah tua
berwarna coklat.
Batang
euphorbia ada dua macam, yaitu bulat dan bersudut. Batang ini tumbuh
tegak menjulang ke atas, tetapi beberapa spesies ada yang melengkung.
Sebagaimana tanaman kaktus, euphorbia tidak berkayu. Akan tetapi,
dengan semakin bertambahnya umur tanaman batang akan mengeras.
Batang
euphorbia tidak berkayu, tetapi jika tumbuh membesar akan mengeras.
Bentuk batangnya ada yang bulat, ada pula yang bersudut. Batang ini
ditumbuhi duri, ada yang berduri tunggal, ganda, dan duri yang
berkelompok.
Bentuk
daun euphorbia bervariasi, meskipun tidak terlalu banyak, ada yang
berbentuk bulat telur, lonjong dan jorong. Masing-masing daun
mempunyai ketebalan berbeda-beda. Hampir semua daun tidak bertangkai
tetapi duduk pada batang. Tepi daun tidak bergerigi. Ujung daun juga
bervariasi, ada yang runcing, tumpul dan ujung terbelah. Susunan daun
euphorbia berselang-seling atau saling berhadapan dan duduk pada ruas
batang tanaman. Tulang daun menonojol, terutama tulang pada bagian
tengah keras. Warna bervariasi mulai dari hijau muda hingga tua.
Secara umum, daun euphorbia tunggal berbentuk pipih, bergelombang
atau melengkung. Munculnya euphorbia impor semakin banyak dengan
variasi tanaman yang beragam, termasuk ciri dari daunnya, beberapa
variasi bentuk daun sebagai berikut :
a.
Bentuk daun ada empat macam, yaitu simetri yang ditandai dengan
ujung daun lancip, oval dengan ujung daun lancip mengecil, lurus
dengan ujung daun agak membulat dan bentuk hati dengan ujung daun
terbelah menjadi dua bulatan.
b.
Pangkal daun ada tiga macam, yaitu pangkal melebar, lanset, dan
lancip mengecil.
Bunga
euphorbia muncul membentuk dompolan-dompolan, setiap dompol terdiri
atas 4-32 kuntum. Ada empat bagian utama bunga, yaitu mahkota bunga
semu, benang sari, putik dan bakal buah. Mahkota bunga yang
berwarna-warni yang kita kenal sebagai bunga sebetulnya adalah
brachtea (seludang) bunga yang sudah mengalami modifikasi sehingga
menyerupai mahkota. Oleh karena itu, sering kali bunga euphorbia
disebut bermahkota semua.
Umumnya
tanaman ini memiliki bunga sejati yang sempurna dengan organ seksual
jantan dan betina yang lengkap. Namun, ada juga yang memilki bunga
yang tidak sempurna yang tidak memiliki organ seksual dan bersifat
steril, sehingga tidak dapat digunakan untuk perbanyakan generatif.
Beberapa kultivar memiliki bunga yang keseluruhannya merupakan bunga
yang tidak sempurna. Ada pula tanaman yang sebagian bunganya
merupakan bunga sempurna dan beberapa kondisi tumbuh bunga yang tidak
sempurna.
- Buah
Tanaman
ini termasuk mudah berbuah. Buah muncul karena adanya pembuahan atau
bersatunya benang sari dan putik. Penyerbukan dapat terjadi secara
aami dengan bantuan serangga atau manusia. Buah muncul setelah 3-6
hari dari penyerbukan.
Buah
berbentuk seperti kapsul dan tersusun membentuk dompolan yang terdiri
atas 3-4 buah. Buah ini terletak di ujung tangkai bunga. Buah muda
berwarna hijau dan apabila sudah tua buah akan berwarna coklat. Buah
tua harus segera dipetik, sebelum pecah dengan sendirinya. Pemetikan
buah dilakukan pada pagi hari, karena pada siang hari biji yang sudah
kering akan terpelanting bila terkena sinar matahari.
- Biji
Biji
euphorbia terdapat di dalam buah. Biji yang berwarna coklat tua ini
berbentuk bulat, dengan diameter antara 0,3-0,5 cm. Biji akan
terbentuk setelah 3-6 hari sejak penyerbukan dan dapat segera
disemaikan setelah dipetik. Bunga radial simetris yang berkelamin
tunggal, dengan jantan dan bunga betina biasanya terjadi pada tanaman
yang sama. Seperti yang bisa diharapkan dari seperti keluarga besar,
ada berbagai macam dalam struktur bunga-bunga. Mereka dapat berumah
satu atau dioecious. Benang sari (organ laki-laki) dapat nomor dari 1
sampai 10 (atau bahkan lebih). Bunga-bunga wanita hypogynous, yaitu,
dengan ovarium superior.
Euphorbia
berkerabat dekat dengan kastuba, sehingga euphorbia juga adalah jenis
tanaman yang peka terhadap cahaya pada malam hari. Adanya cahaya
malam hari menjadikan tanaman ini tidak mau berbunga, tetapi akan
mempercepat atau memacu tumbuhnya tunas samping.
- Teknik Budidaya
- Pemilihan Pot
Untuk
bunga delapan dewa, pot yang dipilih sebaiknya berasal dari bahan
platik karena tidak lembab. Pot tanah liat mudah menyerap air
sehingga menambah kelembaban media. Pot keramik atau tanah liat dapat
digunakan sebagai pot luar agar tanaman tampil cantik dan dapat
diganti sesuai selera pemiliknya. Pot yang dipilih hendaknya memiliki
lubang untuk mengeluarkan air yang berlebih saat penyiraman. Bila
tidak ada lubang pengeluaran air, air dapat menggenang di dalam pot.
Ukuran pot harus disesuaikan dengan sosok tanaman. Semakin besar
tanaman, semakin luas pula perakaran sehingga dibutuhkan pot yang
berukuran lebih besar. Ukuran pot yang tidak sesuai menyebabkan
tanaman terganggu pertumbuhannya. Pot yang terlalu kecil akan membuat
perakaran tanaman tidak berkembang secara maksimal. Hal ini berakibat
buruk terhadap pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Sementara, pot
yang terlalu besar membuat media cenderung mengumpul di bagian
pinggir karena perakaran belum menyebar. Selain tidak menarik
dipandang mata, ibarat orang memakai baju kedodoran, juga boros dalam
penggunaan media dan pupuk.
- Penyiapan Media Tanam
Media
tumbuh merupakan tempat berdiri tegaknya tanaman, akar-akar tanaman
dapat melekat erat sehingga memperkokoh tanaman. Selain itu, media
tumbuh juga berperan untuk menyimpan air dan hara, serta menjaga
kelembabannya. Persyaratan media tumbuh yang baik adalah :
a.
Mampu mengikat dan menyimpan air dan hara dengan baik.
b.
Memiliki aerasi dan drainase yang baik.
c.
Tidak menjadi sumber penyakit.
d.
Tahan lama.
e.
Mudah diperoleh.
Media
tanam merupakan kunci utama penanaman Euphorbia. Bila media tanam
tidak sesuai maka tanaman mudah mati. Media tanaman ibarat dapur bagi
berbagai hara esensial sebelum diserap akar untuk disalurkan ke
batang, daun dan bunga, Media tanam yang disukai Euphorbia adalah
media yang cukup porous. Mempunyai drainase yang baik dan cukup
seimbang dengan besar tanaman. Jika semakin besar dan memerlukan pot
yang lebih besar, lakukan repotting dengan baik dan benar. Jangan
lupa di dasar pot diberikan potongan styrofoam untuk mencegah
menggenangnya air di dasar pot. Karena jika terjadi genangan air di
dasar pot, maka resiko akar membusuk semakin besar yang artinya
Euphorbia tidak sehat dan mendekati kematian.
- Perbanyakan Tanaman
Euphorbia
termasuk tanaman yang sangat mudah diperbanyak. Perbanyakan tanaman
dapat dilakukan secara generatif (dengan biji) ataupun secara
vegetatif (dengan bagian tanaman itu sendiri) yang dalam hal ini
dilakukan secara setek dan sambung pucuk. Perkembangbiakan generatif
terjadi melalui biji. Secara alami, sifat keturunan yang diperoleh
biasanya berbeda dengan induknya. Perbedaan sifat ini terjadi karena
perpaduan sifat yang berbeda dari kedua induknya akibat penyerbukan
oleh serangga. Pembibitan dengan biji dilakukan untuk mendapatkan
variasi baru. Sedangkan untuk perkembangan secara vegetatif bertujuan
untuk mendapatkan tanaman yang sifatnya sama dengan induknya.
Perbanyakan vegetatif seperti ini dilakukan melalui stek atau
cangkok. Tujuan kedua cara tersebut untuk mempertahankan sifat dan
karakteristik induk dalam anakan yang dihasilkan. Untuk perbanyakan
vegetatif pun juga dapat digunakan untuk mendapatkan tanaman bersifat
lebih unggul dari induknya, yaitu dengan teknik sambung. Teknik
sambung memerlukan ketrampilan khusus agar tingkat keberhasilan yang
diperoleh tinngi.
- Pemeliharaan
- Penyiraman
Air
adalah komponen terpenting untuk makhkluk hidup. Tanpa air, semua
makhluk hidup di bumi tidak akan bertahan hidup. Demikian pula
untuk tanaman. Air akan diserap bersama unsur pupuk, untuk keperluan
hidupnya. Tanaman euphorbia yang kekurangan air, daunnya akan layu,
kemudian menguning dan rontok. Selanjutnya batang akan mengering dan
mati. Namun demikian, air juga tidak boleh diberikan dalam jumlah
berlebih. Karena air dalam jumlah banyak dan terlalu lama berada di
daerah perakaran akan menyebabkan akar tidak bisa bernafas, sehingga
akar akan mati. Air yang berlebihan juga akan menyebabkan kelembaban
tinggi, sehingga mempermudah tumbuhnya penyakit yang menyerang
tanaman. Oleh karena itu, air harus disediakan dalam jumlah yang
seimbang.
Faktor-faktor
yang harus diperhatikan dalam penyiraman tanaman euphorbia adalah
sebagai berikut :
- Umur Tanaman
Euphorbia
yang masih kecil (seedling, setek) membutuhkan air lebih sedikit.
Euphorbia remaja yang sel-selnya masih terus aktif membelah
membutuhkan air dalam jumlah lebih banyak, untuk mengisi sel-sel
tersebut. Sementara, euphorbia dewasa yang sedang berbunga
membutuhkan air lebih sedikit. Pada masa ini tanaman cukup disiram
dengan menggunakan sprayer.
- Media
Kemampuan
menyimpan air setiap jenis media berbeda-beda. Oleh karena itu,
frekuensi penyiraman setiap jenis media pun juga berbeda-beda. Coco
peat lebih banyak menyimpan air dibandingkan dengan media pasir.
Demikian juga, media dengan penambahan bahan organik berupa pupuk
kandang dan kompos dalam jumlah lebih banyak akan bisa menyimpan air
lebih banyak dibandingkan dengan arang sekam.
- Cuaca
Cuaca
panas dengan kelembaban rendah dan lingkungan kering menyebabkan air
lebih banyak ditranspirasikan. Pada cuaca seperti ini penyiraman
dapat dilakukan setiap hari. Sebaliknya, apabila cuaca mendung,
frekuensi penyiraman dikurangi.
- Pemupukan
Euphorbia
membutuhkan unsur hara untuk tumbuh dan berbunga. Oleh karena itu,
dibutuhkan tambahan berupa pupuk. Pemberian pupuk harus rutin dan
tepat dosisnya. Pemberian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan
pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Sebaliknya, pemberian yang
terlalu sedikit membuat tanaman merana, bahkan mati. Dalam pemupukan
harus memperhatikan pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Oleh karena itu, jenis kandungan pupuk akan menentukan pupuk yang
diberikan efektif atau tidak bagi tanaman. Kita bisa memberikan pupuk
dengan kandungan nitrat tinggi bila menginginkan partumbuhan daun
lebih subur.
- Syarat Tumbuh
Euphorbia
milii dapat tumbuh pada kisaran temperatur 4-40° Celsius. dihabitat
aslinya, tanaman ini tumbuh dilahan terbuka (full sun) dan cukup
toleran berada dilokasi sedikit ternaung (part shade location).
Namun, tanaman ini relatif tidak tahan jika ditempatkan dalam
ruangan. Meskipun toleran terhadap kondisi ternaung, tapi pertumbuhan
Euphorbia akan lebih optimal bila ditanam dilahan terbuka. Kondisi
ternaung akan memengaruhi pertumbuhan tanaman terutama pertumbuhan
tunas aksilar dan pembungaan. Pada kondisi ternaung, kecepatan tumbuh
vegetatifnya relatif cepat, tetapi tunas yang terbentuk lebih sedikit
dan lemas.
E.milii menyukai
mikroklimat yang kering (Rh 70 %) dan membutuhkan media tanam
yang lebih lembab dibandingkan dengan jenis euphorbia lainnya. Pada
kelembapan rendah,tajuk tanaman dapat tumbuh dengan baik bila
disertai dengan penyiraman yang memadai. Sementara itu, kelembapan
udara yang terlalu tinggi akan menurunkan aktivitas metabolisme
tanaman, sehingga tanaman peka terhadap serangan penyaki. Namun, E.
Milii masih bisa ditanam didataran tinggi asal pencahayaannya cukup
dan curah hujan rendah.
- Pengendalian Hama dan Penyakit
Tanaman hias juga mudah
terserang penyakit. Penyakit pada tanaman hias bisa diakibatkan oleh
penyakit yang terbawa udara atau melalui penyiraman yang berlebihan
sehingga dapat menstimulir pertumbuhan cendawan, jamur, serta
bakteri. Daun dan batang tanaman hias yang terluka juga dapat
membangkitkan penyakit pada tanaman. Selain itu, beberapa penyakit
ditimbulkan atau ditularkan oleh adanya serangan beberapa jenis hama.
Tanaman dengan kondisi yang kurang baik pada umumnya akan mudah
terserang penyakit. Walaupun jarang terserang hama dan penyakit,
pernah ditemukan empat musuh euphorbia yang cukup mengganggu.
Musuh-musuh pengganggu euphorbia adalah sebagai berikut :
White flies disebabkan oleh
kutu putih (Homoptera aleyrodiae). Kutu ini biasa muncul di musim
kemarau. Gejala serangannya terlihat dari menghitamnya daun di
permukaan atas dan bawah serta banyak semut berkelompok di sekitar
daun. Telur dan larvanya ditempatkan di bawah daun. White flies
sangat berbahaya saat stadium larva. Kutu putih ini menusuk dan
menghisap cairan di dalam sel daun. Akibatnya daun akan terlihat
keriput.
Mealybug disebabkan oleh
kutu putih Homoptera. Kutu ini mempunyai semacam tepung di tubuhnya
yang dilapisi lilin sehingga terlihat sperti kapas. Dibandingkan
dengan White flies, kutu ini tidak aktif. Gejala serangan ditandai
dengan menghitamnya permukaan bawah dan atas daun. Thrip sering
menyerang pada musim kemarau. Gejala serangan bunga mengecil karena
tidak tumbuh sempurna. Pucuk daun keriput, dan tidak mekar. Muncul
pula warna karat di permukaan daun. Kutu ini dapat diatasi dengan
Pegasus dan Confidor.
- Bacterial soft rot
Penyebab penyakit ini adalah
bakteri Erwinia carotavora. Serangan terlihat pada batang tanaman
yang berwarna kehitam-hitaman dan terasa lunak bila dipegang. Bila
dibiarkan, lama-kelamaan batang membusuk, rebah dan bila dicium akan
berbau busuk. Penyakit ini muncul jika kondisi tanaman lembab akibat
hujan yang terus-menerus dan kurangnya cahaya. Penyebab lain adalah
akibat duri euphorbia yang bersinggungan dan menimbulkan luka. Cara
mengatasinya dengan memangkas bagian yang terserang dan menyemprot
bagian tanaman lain dengan bakterisida Starner sesuai dosis yang
dianjurkan pada label.
- Ulat
Biasanya ulat muncul saat
peralihan musim. Gejala serangan terlihat dari daun bolong dan
munculnya kotoran hitam di daun. Bila dibiarkan batang euphorbia akan
roboh dan mati.
- Sedangkan cara pengendalian hama dan penyakit euphorbia dibedakan menjadi empat:
1) Mekanis Pengendalian,
secara mekanis dilakukan apabila serangan hama masih dalam jumlah
terbatas. Ulat-ulat dapat diambil dengan tangan dan dimatikan.
Demikian juga, kutu putih yang terdapat di bagian daun dapat didorong
dengan kutu dan dimatikan. Semut yang tidak terlalu banyak pun dapat
diambil secara manual dengan tangan.
2) Sanitasi, menjaga
kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara menangkal serangan
hama dan penyakit. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman merupakan
tempat persembunyian yang disukai hama dan pathogen penyebab
penyakit. Dengan membersihkan kebun secara rutin, hama tidak
mempunyai kesempatan untuk bersembunyi.
3) Kultur Teknis,
pemeliharaan tanaman secara baik dapat meningkatkan kesehatan
tanaman. Penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta
penggantian media tumbuh dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Secara tidak langsung, kultur teknis yang baik dapat memantau
keberadaan hama dan penyakit secara dini.
4) Kimiawi, apabila serangan
hama dan penyakit telah berada di ambang batas atau mencapai 10%,
pengendalian secara kimiawi merupakan pilihan. Akan tetapi, pemakaian
bahan kimia secara berlebih akan membawa dampak negatif bagi
lingkungan. Oleh karena itu, penggunaannya harus terkontrol.
- Metodologi
- Alat dan Bahan
- Cetok
- Pot
- Tanah
- Humus
- Bibit Euphorbia
- Air
- Cara Kerja
- Siapkan sebuah pot yang cukup untuk satu bibit Euphorbia dan memiliki lubang didasar untuk membuang kelebihan air.
- Masukkan media tanah dan humus dengan perbandingan 2:1, sampai setengah tinggi pot.
- Ambil bibit Euphorbia dan masukkan ke media tanam dengan posisi tegak.
- Tambahkan media tanam hingga tersisa 3-5 cm dari permukaan bibir pot
- Siram media tanam sampai terlihat basah
- Letakkan bibit Euphorbia di tempat yang seduh dan cukup cahaya matahari.
- Hasil Pengamatan
No.
|
Hari
|
Batang
|
Daun
|
Duri
|
Hama
|
1.
|
Sabtu,
7
Februari 2015
|
Tinggi
15,5 cm
|
Jumlah
daun 3 lembar dan tunas 6 buah.
|
Majemuk
|
-
|
2.
|
Sabtu,
14
Februari 2015
|
Tinggi
15,8 cm
|
Jumlah
daun 9 lembar dan tunas 1 buah.
Daun
A :
P=5,3
cm
L=2,3
cm
Daun
B :
P=5
cm
L=2,5
cm
Daun
C :
P=3,5
cm
L=1,4
cm
Daun
D :
P=3,7
cm
L=1,8
cm
|
Majemuk
|
-
|
3.
|
Sabtu,
21
Februari 2015
|
Tinggi
16 cm
|
Jumlah
daun 9 dan tunas 3 buah
Daun
A :
P=5,9
cm
L=2,5
cm
Daun
B :
P=5,1
cm
L=2,6
cm
Daun
C :
P=3,5
cm
L=1,9
cm
Daun
D :
P=3,7
cm
L=2,3
cm.
|
Majemuk
|
-
|
4.
|
Sabtu,
28
Februari 2015
|
Tinggi
16,2 cm
|
Jumlah
daun 9 dan tunas 5 buah.
Daun
A :
P=5,3
cm
L=2,6
cm
Daun
B :
P=5
cm
L=2,7
cm
Daun
C :
P=3,5
cm
L=1,4
cm
Daun
D :
P=3,7
cm
L=1,8
cm
|
Majemuk
|
-
|
5.
|
Sabtu,
7
Maret 2015
|
Tinggi
16,5 cm
|
Jumlah
daun 9 dan tunas 5 buah.
Daun
A :
P=5,3
cm
L=2,7
cm
Daun
B :
P=5,1
cm
L=2,7
cm
Daun
C :
P=3,5
cm
L=1,6
cm
Daun
D :
P=3,7
cm
L=1,9
cm
|
Majemuk
|
-
|
6.
|
Sabtu,
4
April 2015
|
Tinggi
16,8 cm
|
Jumlah
daun 8 dan tunas 5 buah
Daun
A :
P=6,3
cm
L=3
cm
Daun
B :
P=5,2
cm
L=2,9
cm
Daun
C :
P=3,8
cm
L=2
cm
Daun
D :
P=3,7
cm
L=2,2
cm
|
Majemuk
|
-
|
BAB
II
Pembahasan
- Dari pengamatan pertama, tinggi batang 15,5 cm dengan kondisi sehat dan kuat. Sedangkan daun ada 3 lembar dengan tunas ada 6 buah yang masing-masing kondisinya sehat dan hijau. Duri Euphorbia berjenis duri majemuk dengan kondisi yang bagus. Di pengamatan pertama ini, tidak ada hama di bibit Euphorbia. Pertumbuhan Euphorbia yang baik ini di dukung oleh pencahayaan matahari yang cukup serta penyiraman yang baik dan tidak adanya hama.
- Dari pengamatan kedua, tinggi batang bertambah menjadi 15,8 cm dengan kondisi yang sehat dan kuat. Jumlah daun 9 lembar dan tunas daun ada 6 buah. Kondisi daun dan tunas daun sehat dan hijau. Di pengamatan ini, saya mengambil sampel daun untuk melihat pertumbuhan Euphorbia, yaitu daun A, daun B, daun C, dan daun D. Daun A memiliki panjang 5,3 cm dan lebar 2,3 cm. Kondisi daun A sehat dan hijau. Daun B memiliki panjang 5 cm dan lebar 2,5 cm. Kondisi daun B sehat dan hijau. Daun C memiliki panjang 3,5 cm dan lebar 1,4 cm dengan kondisi sehat dan hijau. Sedangkan daun D memiliki panjang 3,7 cm dan lebar 1,8 cm dengan kondisi yang sehat dan hijau.Perkembangan Euphorbia yang sangat baik ini di pengaruhi oleh cahaya matahari yang baik dan penyiraman yang cukup dan tidak adanya hama.
- Dari pengamatan ketiga, tinggi batang menjadi 16 cm dengan kondisi yang sehat dan kuat. Jumlah daun 9 dan tunas daun ada 3 buah dengan kondisi yang sehat dan hijau. Daun A memiliki panjang 5,9 cm dan lebar 2,5 cm dengan kondisi yang sehat dan hijau. Daun B memiliki panjang 5,1 cm dan lebar 2,6 cm dengan kondisi daun B sehat dan hijau. Daun C memiliki panjang 3,5 cm dan lebar 1,9 cm dengan kondisi sehat dan hijau. Daun D memiliki panjang 3,7 cm dan lebar 2,3 cm dengan kondisi yang sehat dan hijau. Kondisi Euphorbia semakin baik dengan di dukung faktor seperti cahaya yang cukup, penyiraman yang cukup dan tidak adanya hama, serta tanah yang baik.
- Dari pengamatan keempat, tinggi batang menjadi 16,2 cm dengan kondisi tetap kuat dan sehat. Jumlah daun 9 dan tunas daun ada 5 buah dengan kondisi masing-masing sehat dan hijau. Daun A memiliki panjang 5,3 cm dan lebar 2,6 cm dengan kondisi yang sehat dan hijau. Daun B memiliki panjang 5 cm dan lebar 2,7 cm dengan kondisi daun B sehat dan hijau. Daun C memiliki panjang 3,5 cm dan lebar 1,4 cm dengan kondisi sehat dan hijau. Daun D memiliki panjang 3,7 cm dan lebar 1,8 cm dengan kondisi yang sehat dan hijau. Di pengamatan ini, beberapa ukuran daun menyusut. Hal ini terjadi karena cuaca yang sering hujan dan kurangnya penyinaran cahaya matahari. Namun, tanaman Euphorbia ini tidak terserang hama.
- Sedangkan di pengamatan kelima, tinggi batang bertambah menjadi 16,2 cm dengan kondisi sehat dan kuat. Jumlah daun tetap 9 helai dan tunas daun ada 5 buah dengan kondisi sehat dan hijau. Daun A memiliki panjang 5,3 cm dan lebar 2,7 cm dengan kondisi yang sehat dan hijau. Daun B memiliki panjang 5,1 cm dan lebar 2,7 cm dengan kondisi daun B sehat dan hijau. Daun C memiliki panjang 3,5 cm dan lebar 1,6 cm dengan kondisi sehat dan hijau. Daun D memiliki panjang 3,7 cm dan lebar 1,9 cm dengan kondisi yang sehat dan hijau. Di pengamatan ini, terlihat bahwa terjadi pertambahan ukuran lebar pada daun. Hal ini mungkin terjadi karena dipengaruhi penyiraman yang lebih daripada penerimaan cahaya matahari yang didapat Euphorbia dan tidak adanya hama.
- Dari pengamatan keenam didapatkan tinggi batang bertambah menjadi 16,8 cm dengan kondisi yang tetap kuat dan sehat. Jumlah daun 8 helai dan tunas daun ada 5 buah dengan kondisi sehat dan hijau. Daun A memiliki panjang 6,3 cm dan lebar 3 cm dengan kondisi yang sehat dan hijau. Daun B memiliki panjang 5,2 cm dan lebar 2,9 cm dengan kondisi sehat dan hijau. Daun C memiliki panjang 3,8 cm dan lebar 2 cm dengan kondisi daun sehat dan hijau. Daun D memiliki panjang 3,7 cm dan lebar 2,2 cm dengan kondisi daun yang sehat dan hijau. Di pengamatan ini, perkembangan dan pertumbuhan Euphorbia semakin baik tanpa ada hama yang menyerang.
BAB
II
Penutup
- Kesimpulan
Dari
hasil dan pembahasan kegiatan di atas, dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut : Dalam pembudidayaan Euphorbia, hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah penempatan tumbuhan yang tepat, seperti
ditempatkan ditempat yang teduh dengan penyinaran cahaya matahari
yang baik. Dengan ini, Euphorbia akan tumbuh dengan baik karena
penyinaran yang cukup. Penyiraman Euphorbia juga harus diperhatikan.
Euphorbia hanya membutuhkan air yang sedikit untuk pertimbuhannya.
Dengan media tanam yang benar, Euphorbia akan tumbuh dengan sangat
baik.
- Saran
Dalam
pembudidayaan Euphorbia, lebih baik tumbuhan ditempatkan di tempat
yang penyinaran cahaya mataharinya cukup serta pemberian media tanam
yang benar dan tepat. Pemberian air juga jangan banyak sehingga
Euphorbia dapat tumbuh dengan baik.
DAFTAR
PUSTAKA






0 komentar:
Posting Komentar